Aktivis:Pemblokiran situs web tak efektif berantas ekstrimisme

2019
05/21
08:08

金沙国际网址/ 国际/ Aktivis:Pemblokiran situs web tak efektif berantas ekstrimisme

发布时间:2017年1月16日上午7:42
更新时间:2017年1月16日上午7:52

BLOKIR SITUS。 Kemkominfo memblokir puluhan situs web sejak tahun 2015年lalu。 Salah satunya karena dianggap banyak mengandung muatan ekstrimisme。 Foto dari AFP

BLOKIR SITUS。 Kemkominfo memblokir puluhan situs web sejak tahun 2015年lalu。 Salah satunya karena dianggap banyak mengandung muatan ekstrimisme。 Foto dari AFP

雅加达,印度尼西亚 - Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah tengah gencar memblokir situs web。 Salah satu alasannya karena sebagian mengandung muatan ekstrimisme。

Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika(Kemkominfo)per 3 Januari 2017 sudah ada 11 situs yang diblokir tahun ini saja。 Sementara,sejak tahun 2015,ada 83 situs yang juga ditutup。

Aktivis pembela Hak Asasi Manusia(HAM)dan perempuan Indonesia,Dhyta Caturani justru menolak praktik pemblokiran beragam situs web itu oleh pemerintah。

“Penapisan(pemblokiran) situs web sama sekali tidak efektif,sebab pelaku dapat membuat webus baru dengan mudah,”ujar Dhyta yang ditemui dalam diskusi“Masih Bebaskah Berekspresi di Internet?”yang digelar di Qubicle Center pada Sabtu,14 Januari。

Menurutnya,saat ini adalah zamannya perang wacana。 Jika yang tengah diwacanakan adalah ekstrimisme maka harus ditandingi dengan wacana lain,sehingga dapat terjadi perdebatan yang sehat。

Daripada memblokir situs web,Dhyta lebih setuju dengan upaya penghapusan atau penarikan muatan。

“Terutama jika muatan(内容红色)tersebut menyebabkan atau berpotensi menyebabkan terjadinya kekerasan,maka muatan tersebut sebaiknya dihapus,”kata dia。

Tetapi,tidak bisa sembarang hapus dan harus diikuti mekanisme tertentu。 Salah satunya mengenai pemulihan muatan,apakah muatan yang telah dihapus atau ditarik memang perlu ditinjau ulang sehingga dapat dipertimbangkan untuk dipulihkan atau tidak。 - Rappler.com

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。