Teror ancaman bom ke Gereja di Batu kembali tidak terbukti

2019
05/21
06:16

金沙国际网址/ 国际/ Teror ancaman bom ke Gereja di Batu kembali tidak terbukti

2017年1月14日下午10:21发布
2017年1月14日下午10:22更新

PEMERIKSAAN GEREJA。 Anggota komunitas K-9 melakukan sterilisasi dengan menggunakan anjing pelacak di Gereja Santo Albertus,Malang,Jawa Timur,Jumat,23 Desember。 Foto oleh Ari Bowo Sucipto / ANTARA

PEMERIKSAAN GEREJA。 Anggota komunitas K-9 melakukan sterilisasi dengan menggunakan anjing pelacak di Gereja Santo Albertus,Malang,Jawa Timur,Jumat,23 Desember。 Foto oleh Ari Bowo Sucipto / ANTARA

MALANG,印度尼西亚 - Ancaman teror bom kembali diarahkan ke gereja di area Batu,Malang,Jawa Timur pada Sabtu,14 Januari。 Ancaman datang melalui telepon dan diterima oleh petugas jaga di Markas Kepolisian Resor Batu。

Dalam komunikasi melalui telepon,pelaku menyampaikan ada bom yang sudah siap meledak di salah satu gereja di kota Batu。 Namun,tidak disebut secara spesifik di gereja mana bom akan diledakan。

Tidak mau kecolongan,personil kepolisian langsung mengerahkan petugas mereka untuk menyisir beberapa gereja。 Dua di antaranya yang dipantau oleh Rappler adalah Gereja Katolik Gembala Baik di Jalan Ridwan nomor 16,Batu,Jawa Timur dan Yayasan Pelayanan Pengkabaran Injil Indonesia(YPPII)Batu。

Merke mengerahkan mobil penjinak bom(Jibom)dengan alat visual dan alat pendeteksi logam。 Setiap sudut gereja diperiksa,karena khawatir ada yang terlewat。

Sementara,sejumlah petugas kepolisian resor Batu dan menenteng senjata laras panjang berjaga di depan pintu gerbang gereja。 Mereka mengawasi dan mengamati setiap orang yang akan masuk ke dalam gereja。 Jemaah yang masuk tidak diperiksa。

Hasil pemeriksaan nihil

Kendati sempat menerima ancaman bom,tetapi misa tetap dil​​aksanakan。 牧师Kepala Gereja Katolik Gembala Baik,Romo Mikael Agung Kristi Putra sudah memberikan izin kepada polisi untuk melakukan sterilisasi sebelum misa dilakukan。

“Memang ada ancaman teror,tapi tidak tahu gereja yang mana,”ujar Romo Mikael pada Sabtu,14 Januari。

Beruntung,usai dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh,ancaman itu tidak terbukti。

“Hasilnya nihil,”ujar Kepala Brimob Detasemen B Pelopor Kepolisian Daerah Jawa Timur,Ajun Komisaris Besar Sunadi。

Kendati tidak terbukti,petugas brimob terus berjaga untuk memastikan keamanan tetap terjaga。 Penjagaan juga akan ditingkatkan khususnya jelang debat publik calon wali kota dan wakil wali kota Batu di sebuah hotel。

Teror kedua dalam tiga bulan

Ini merupakan teror kedua dalam tempo tiga bulan yang diarahkan ke gereja di Batu。 Tiga bulan lalu,Gereja Gembala Baik juga menerima teror serupa。 Suara penelepon yang diketahu i perempuan mengatakan ada bom tertanam di gereja itu。

Saat itu telefon diterima oleh seorang satpam bernama Agung Susanto。 Menurut keterangan Agung,suara si perempuan terdengar jelas seperti sedang berada di dalam ruangan。 Ancaman teror bom diakhiri dengan suara takbir sebanyak tiga kali。

Setelah itu,penelpon diam。 Agung sudah berusaha memancing dengan sejumlah pertanyaan tetapi tidak direspons。 Melihat kejadian ini,Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB)Batu,Abdul Rochim menilai selama ini kerukunan beragama di Batu terjalin dengan baik。 Bahkan,para pimpinan lintas iman terus berkomunikasi untuk mencegah adanya gesekan。

“Mereka merawat dan menjaga keragaman,toleransi dan persaudaraan,”kata Abdul。

Berdasarkan数据,ada sekitar 37 gereja yang tersebar di seluruh kota Batu。 - Rappler.com

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。