Kapolda Jabar akui jadi Pembina GMBI

2019
05/21
12:06

金沙国际网址/ 国际/ Kapolda Jabar akui jadi Pembina GMBI

2017年1月14日下午1:43发布
2017年1月14日下午1:43更新

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan(tengah)berfoto bersama dengan sejumlah mahasiswa usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Negeri Siliwangi(Unsil)di Gedung Mandala Unsil,Kota Tasikmalaya,Jawa Barat,Senin(9/1)。 Foto oleh ANTARA

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan(tengah)berfoto bersama dengan sejumlah mahasiswa usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Negeri Siliwangi(Unsil)di Gedung Mandala Unsil,Kota Tasikmalaya,Jawa Barat,Senin(9/1)。 Foto oleh ANTARA

BANDUNG,印度尼西亚 - Petisi yang meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot Kapolda Jawa Barat,Irjen Pol。 Anton Charliyan muncul di situs change.org。 Petisi itu diposting Rakyat Bergerak,Jumat 13 Januari 2017 dan hingga pukul 17.23 telah ditandatangani oleh 18.961 pendukung。

Petisi itu juga dilengkapi dengan video berdurasi 46 detik yang merekam ulah sejumlah orang berpakaian hitam yang diduga ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia(GMBI)。 Anton diketahui menjabat sebagai Ketua Pembina Harian lembaga swadaya masyarakat tersebut。

Saat dikonfirmasi wartawan,Anton membenarkan dirinya menjabat sebagai Pembina GMBI dan sejumlah ormas lainnya。“Saya memang banyak membina,tetapi saya membina agar mereka ini beradab。 Bukan hanya satu,banyak,“akunya di Mapolda Jabar Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung,Jumat 13 Januari 2017。

Terkait dengan petisi tersebut,Anton mengatakan,dirinya siap dicopot。 Jabatan sebagai Kapoda Jabar yang baru diembannya sebulan ini,menurut Anton,buka jabatan yang dicarinya。

“Silakan saya mau diusulkan dicopot juga tidak jadi masalah。 Saya kesini tidak mencari jabatan,tapi saya kesini untuk membuat masyarakat Jabar aman,“katanya sambil menegaskan siapapun yang membuat rusuh akan ditindak tegas。

Sebelumnya,massa GMBI ikut berunjuk rasa saat Imam Besar Front Pembela Islam(FPI),Habib Rizieq Shihab dimintai keterangan di Markas Kepolisian Daerah(Mapolda)Jawa Barat。

Bersama 6 ormas lainnya yang menamakan Aliansi Masyarakat Sunda,mereka menuntut agar Rizieq dihukum atas kasus dugaan pencemaran nama Soekarno dan Penghinaan terhadap Pancasila。

Kehadiran GMBI pada proses pemeriksaan Rizieq dicurigai FPI sebagai pengerahan massa oleh kepolisian untuk menandingi massa FPI。 Bahkan,FPI mengancam akan meminta Kapolda Jabar diberhentikan,jika terbukti mengerahkan massa GMBI。

Sekretariat GMBI di Beberapa Tempat Dibakar dan Dirusak

Sekretariat GMBI di Ciampea Bogor dibakar yang diduga dilakukan oleh massa FPI Ciampea。 Kejadian tersebut dipicu oleh isu ada anggota FPI atas nama Syarief menjadi korban penusukan dan pengrusakan mobil yang diduga dilakukan anggota GMBI pasca pemeriksaan Rizieq。 Atas aksi pembakaran itu,Polres Bogor telah mengamankan 20 orang yang diduga melakukan perusakan dan pembakaran。

Selain di Bogor,perusakan sekretariat GMBI juga terjadi di Kabupaten Ciamis。 Sekelompok orang yang tidak dikenal melakukan pelemparan terhadap rumah tersebut dengan menggunakan batu dan kayu sehingga kaca jendela pecah,papan nama sekretariat rusak,dan sebuah sepeda motor juga ikut dirusak。

Anton mengatakan,kejadian perusakan itu dipicu oleh kabar bohong atau hoax yang tersebar di media sosial。 Ia menjelaskan,kabar penusukan seorang santri tidak benar adanya。 Kabar anggota GMBI terlibat bentrok,ditegaskan Anton,juga tidak benar。

“Ada isu bahwa terjadi bentrok GMBI,padahal tidak ada satupun anggota GMBI yang melakukan kekerasan atau keributan dengan mereka,”kata Anton。 Menurut Anton,keributan yang terjadi bukan antara FPI dengan GMBI tapi ormas yang lain。 Itupun dipicu oleh pemukulan dan pembacokan ormas tersebut oleh FPI。

“Memang ada sedikit keributan,yaitu di rumah makan Ampera,tetapi sebelumnya ada salah satu anggota ormas yang bukan GMBI,yang saat itu dipukuli dan dibacok oleh anggota FPI,”ujar Anton。

Anton menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh kabar-kabar bohong yang beredar di media sosial。 Ia meminta masyarakat melakukan cek dan ricek kebenaran kabar yang diterimanya。

Anton juga meminta masyarakat tidak主要hakim sendiri。 Ia menegaskan akan menindak siapapun yang melakukan kekerasan dan keributan。 Sedangkan kepada anggota GMBI,Anton meminta untuk bisa menahan diri。

“Siapa yang mau bikin keributan di sini berhadapan dengan saya,siapapun juga orangnya。 Dan saya mohon kepada GMBI juga agar menahan diri。 Serahkan permasalahan kepada hukum,jangan main hakim sendiri,kita akan tangani。 Dan saya sangat menyesalkan tindakan pengrusakan oleh FPI。 Kalau FPI tetap demikian,nanti akan saya tindak tegas,“kata Anton。 --Rappler.com

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。