SAKSIKAN:Serangan Agus dan Anies kepada Ahok terkait penggusuran

2019
05/21
07:12

金沙国际网址/ 国际/ SAKSIKAN:Serangan Agus dan Anies kepada Ahok terkait penggusuran

2017年1月14日下午12:43发布
2017年1月14日下午12:43更新

PENGGUSURAN。 Sebuah alat berat dibakar warga Kampung Pulo,Jakarta Timur,yang terlibat bentrokan dengan Satpol PP dan Polisi di Jalan Jatinegara Barat,20 Agustus 2015. Foto oleh Gatta Dewabrata / Rappler

PENGGUSURAN。 Sebuah alat berat dibakar warga Kampung Pulo,Jakarta Timur,yang terlibat bentrokan dengan Satpol PP dan Polisi di Jalan Jatinegara Barat,20 Agustus 2015. Foto oleh Gatta Dewabrata / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Topik penggusuran tidak luput dari pembahasan dalam debat perdana Pilkada DKI Jakarta pada Jumat malam,13 Januari,yang mengambil tema pembangunan sosial-ekonomi Jakarta。

Dalam kesempatan tersebut,Paslon nomor urut 1 dan 3 mengkriitik calon petahana Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat yang kerap melakukan penggusuran dalam upaya membangun雅加达。

Kandidat gubernur提名者3 Anies Baswedan mengungkit 。 Pemda dianggap terbukti melakukan tindakan semena-mena saat melakukan penggusuran di kawasan tersebut。

“Minggu lalu saya datang ke Bukit Duri,ikut syukuran,karena warga Bukit Duri menang di PTUN menghadapi Pemda DKI雅加达。 Apa yang terjadi di tempat itu? Ketidakadilan dilaksanakan,“ujar Anies。

Jika ia terpilih menjadi gubernur,Anies mengatakan akan mengedepankan musyawarah dengan masyarakat dalam kebijakannya terkait tata ruang kota。

“Kami akan musyawarah。 Pemindahan,bila itu dilakukan,maka pemindahan itu dengan memperhatikan haknya,dengan memperhatikan penghidupannya,“katanya。

Sementara kandidat gubernur nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa ia tidak akan melakukan penggusuran karena hanya akan menambah kesengsaraan rakyat。

“Dengan tegas saya katakan,kami akan membangun,menata Jakarta,tanpa menggusur。 Mengapa? Terbukti,penggusuran hanya akan meningkatkan kemiskinan。 城市贫困 meningkat secara tajam,“tutur Agus。

Mendengar'serangan'tersebut,pasangan Ahok-Djarot pun tidak tinggal diam。 Djarot mengatakan bahwa justru akan tidak manusiawi jika warga DKI dibiarkan tinggal di bantaran sungai dan kolong jembatan。 Oleh karena itu,Pemda memutuskan untuk merelokasi warga ke rumah susun(rusun)。

“Sungguh tidak manusiawi,sebagai ibukota negara kita membiarkan saudara-saudara kita berpuluh-puluh tahun tinggal di bantaran-bantaran kali,kolong-kolong jembatan,maka kami berkomitmen untuk menyediakan rusun yang layak huni,”tutur Djarot。

Tak hanya Djarot,Ahok pun turun menjawab tudingan yang menganggap dirinya“benci orang miskin”。 Dia mengklaim telah membangun Jakarta sambil mendidik rakyat。

“Saya rasa jauh lebih tidak manusiawi mengajari rakyat yang sudah salah,untuk membenarkan(mereka)hanya demi memenangkan sebuah Pilkada,”katanya。 -Rappler.com

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。