Polisi:Hasil autopsi tunjukkan taruna STIP alami luka lebam akibat benda tumpul

2019
05/21
03:01

金沙国际网址/ 国际/ Polisi:Hasil autopsi tunjukkan taruna STIP alami luka lebam akibat benda tumpul

2017年1月11日下午4:59发布
更新时间:2017年1月12日上午8:23

PENGANIAYAAN。 Seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran(STIP),Amirullah Adityas Putra tewas pada Rabu dini hari,11 Januari usai dianiaya oleh empat seniornya。 Foto diambil dari situs STIP

PENGANIAYAAN。 Seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran(STIP),Amirullah Adityas Putra tewas pada Rabu dini hari,11 Januari usai dianiaya oleh empat seniornya。 Foto diambil dari situs STIP

雅加达,印度尼西亚 - Penyidik kepolisian telah memeriksa hasil autopsi terhadap jenazah taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran(STIP),Amirullah Adityas Putra yang tewas pada Rabu dini hari,11 Januari。 Berdasarkan laporan autopsi,korban tewas akibat mengalami luka lebam pada bagian dada,perut dan ulu hati,diduga akibat benturan benda tumpul。

Keempat senior yang diduga menjadi penyebab Amir terbunuh juga telah ditangkap oleh pihak kepolisian pasca ditetapkan sebagai tersangka。 Keempatnya diketahui berinisial SM(19 tahun),WH(20 tahun),I(21 tahun)dan AR(19 tahun)。 Menurut Kapolda Metro Jaya,M。Iriawan,penyidik dari Polres Jakarta Utara sudah mengantongi cukup bukti untuk menetapkan empat taruna senior itu sebagai tersangka。

Selain itu,kata Iriawan,pihak Polda Metro Jaya akan memberikan surat teguran kepada STIP pasca tewasnya Amir。 Hal itu lantaran peristiwa penganiayaan juga sudah pernah terjadi di STIP yang berlokasi di Marunda itu。

“Ini sudah kejadian kesekian kalinya,makanya kami tegur,”ujar Iriawan di Jakarta pada Rabu,11 Januari。

Dia berharap usai ditegur STIP mengubah sistem pengawasan lantaran di sana kerap terjadi peristiwa penganiayaan。

Ketua STIP dicopot

Menteri Perhubungan,Budi Karya Sumadi,menyesalkan tindak penganiayaan di STIP Marunda kembali terulang。 Padahal,sebelumnya Budi sudah berulang kali menyampaikan peringatan kepada pengelola sekolah untuk menerapkan standar prosedur(protap)pengawasan dan pencegahan terjadinya kekerasan di sekolah-sekolah di bawah binaan Kemenhub。

“Sebagai tindak lanjut dari kejadian tersebut,Kemenhub juga telah mengambil langkah cepat dengan membebastugaskan Ketua STIP Capt.Weku F. Karuntu dan menunjuk Pelaksana Tugas Ketua STIP,”ujar Kepala Pusat Informasi Publik,Bambang S. Ervan melalui keterangan tertulis pada Rabu,11 Januari 。

Keputusan itu ditempuh untuk mempermudah proses penyelidikan yang segera dilakukan oleh tim investigasi internal bentukan Kepala Badan Sumber Daya Manusia(BPSDM)Perhubungan。 Sekretaris BPSDM,Edward Marpaung,dipercaya oleh Budi sebagai ketua tim investigasi。

Budi juga menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga atas tewasnya Amir。

Diminta berkumpul usai makan malam

Peristiwa penganiayaan terhadap Amir bermula pada Selasa,10 Januari sekitar pukul 22:30 WIB。 Korban dipanggil oleh seniornya usai makan malam。

“Usai bertemu dengan para seniornya yang berjumlah empat orang yaitu S,I,A dan W,korban langsung dianiaya secara bergantian,”ujar Kapolres Metro Jakarta Utara,Kombes Awal Chairuddin tanpa menyebut penyebab Amir dianiaya seperti dikutip 。

Selain Amir,ternyata 5 orang teman korban juga ikut dianiaya。

“Tetapi,saat dipukul oleh高级berinisial W,korban langsung tak sadarkan diri。 Pelaku menggunakan minyak tawon dan balsem serta merawat korban karena dia tak sadarkan diri dan bergerak,“kata Awal。

Pelaku kemudian melaporkan kejadian ini ke senior lainnya dan dibawa ke dokter sekolah。 Tim dokter STIP menyatakan korban sudah meninggal pukul 01:45 WIB。 - dengan laporan ANTARA / Rappler.com

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。