Sanksi ringan penyebab maraknya perdagangan satwa骗子

2019
05/21
07:05

金沙国际网址/ 国际/ Sanksi ringan penyebab maraknya perdagangan satwa骗子

2017年1月11日下午3:15发布
2017年1月11日下午3:56更新

Petugas dari Pusat Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia atau International Animal Rescue(IAR)mememberikan nutrisi kepada seekor Kukang Jawa(Nycticebus javanicus)jantan yang akan dilepasliarkan ke kandang habituasi Kawasan Suaka Margasatwa Gunung Sawal di Kabupaten Ciamis,Jawa Barat,Selasa(10/1) 。 Foto oleh Adeng Bustomi / ANTARA

Petugas dari Pusat Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia atau International Animal Rescue(IAR)mememberikan nutrisi kepada seekor Kukang Jawa(Nycticebus javanicus)jantan yang akan dilepasliarkan ke kandang habituasi Kawasan Suaka Margasatwa Gunung Sawal di Kabupaten Ciamis,Jawa Barat,Selasa(10/1) 。 Foto oleh Adeng Bustomi / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - 项目经理野生动物犯罪部门, Dwi Adhiasto,mengatakan maraknya perdagangan satwa liar di Indonesia karena sanksi kepada pelaku tidak cukup membuat jera pelaku。

“Ketika masyarakat berpikir dirinya akan menghadapi konsekuensi hukum jika memelihara satwa dilindungi,maka efek jera akan muncul,”kata Dwi dalam diskusi'Laporan Terkini Kejahatan Terhadap Satwa Liar di Indonesia'di Grand Cemara Hotel Jakarta,Rabu 11 Januari 2017。

Dwi mengatakan selama ini efek jera tak muncul karena vonis yang dijatuhkan kepada para pelaku perdagangan satwa liar rata-rata hanya 1-10 bulan penjara dengan denda 11-50 juta rupiah。

Vonis tersebut jauh di bawah hukuman maksimal yang terdapat pada Undang-undang 5/1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya。 Dalam UU tersebut,pelaku bisa dikenai hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta。

Rendahnya hukuman inilah yang membuat pelaku kerap kembali menjual satwa liar setelah masa hukuman mereka berakhir。 Dwi memperkirakan 20%dari pelaku yang melakukan perdagangan satwa liar masih melakukan kejahatan serupa。

Bahkan ada di antara mereka yang melakukannya dengan modus baru,yakni melalui media online。 Dengan modus baru ini,pelaku bisa dengan mudah menyamarkan identitas aslinya。

Banyaknya residivis kambuhan ini antara lain juga karena resiko yang mereka terima jika tertangkap lebih rendah dari keuntungan yang bisa mereka keruk dari penjualan satwa liar。 -Rappler.com

Baca juga:

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。