Menyimpan gambar ISIS di ponsel,8 WNI ditolak Singapura

2019
05/21
15:19

金沙国际网址/ 国际/ Menyimpan gambar ISIS di ponsel,8 WNI ditolak Singapura

2017年1月11日下午12:58发布
2017年1月11日下午1:23更新

Kapolres Selayar AKBP Eddy Suryantha Tarigan(kiri)memperlihatkan salinan satus media sosial Nur Ra​​hmat Saleh(kedua kanan)pelaku penyebar teror lewat akun Facebook di Kabupaten Kepulauan Selayar saat rilis penangkapan tersangka di Markas Polda Sulsel,Makassar,Sulawesi Selatan,Rabu(4/1 )。 Foto oleh Dewi Fajriani / ANTARA

Kapolres Selayar AKBP Eddy Suryantha Tarigan(kiri)memperlihatkan salinan satus media sosial Nur Ra​​hmat Saleh(kedua kanan)pelaku penyebar teror lewat akun Facebook di Kabupaten Kepulauan Selayar saat rilis penangkapan tersangka di Markas Polda Sulsel,Makassar,Sulawesi Selatan,Rabu(4/1 )。 Foto oleh Dewi Fajriani / ANTARA

雅加达,印度尼西亚(更新) - Sebanyak 8 Warga Negara印度尼西亚dideportasi imigrasi Singapra setelah kedapatan menyimpan gambar yang diduga simbol ISIS di dalam telepon genggam mereka。

“Benar dihentikan di Singapura,setelah dilakukan pemeriksaan lalu diserahkan ke pemerintah Indonesia,”kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri,Kombes Martinus Sitompul,Rabu 11 Januari 2017。

Ke-8 WNI tersebut masuk ke Singapura melalui Woodland dari Bagunan Sultan Iskandar(BSI)di Johor Bahru,Malaysia。 Namun langkah mereka dihentikan petugas imigrasi Singapura。

Petugas imigrasi setempat mendapatkan tiga gambar yang mengesankan ajaran ISIS dalam ponsel mereka。 Gambar tersebut antara lain terdapat di salah satu ponsel milik REH,salah satu dari 8 WNI tersebut。

“Ditemukan tiga gambar dan pesan ajaran ISIS di dalam handphone milik salah seorang WNI,”kata Martinus melanjutkan。 REH yang menyimpan gambar ISIS diketahui memiliki kewarganegaraan ganda。 Dia menggunakan paspor阿拉伯沙特saat masuk ke Singapura。

Ketujuh WNI lain yang ditolak masuk alias Not to Land oleh imigrasi Malaysia adalah FH(26),ASA(23),AK(28),SA(19),IO(26),MH(25),dan AHP(21)。 Tujuh dengan paspor Indonesia,satu dengan paspor Arab Saudi,”kata Martinus。

Mereka sempat ditahan dan diproses oleh petugas imigrasi。 Hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa REH secara tak sengaja menyimpan gambar tersebut。

REh diketahui menerima gambar tersebut dari salah satu grup di aplikasi WhatsApp dan tersimpan otomatis di ponselnya。 Ia mengatakan dirinya telah keluar dari grup WhatsApp tersebut,tapi lupa menghapus gambar dari galeri ponsel pintarnya。

“REH tidak sadar bahwa gambar tersebut masih ada dalam文件经理telepon pintarnya,”kata Martinus。 Kini kedelapan orang tersebut telah dibebaskan。 Mereka kembali ke Batam melalui Stulang Laut,Selasa kemarin。

Kronologi 8 WNI yang ditolak

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan kedelapan WNI tersebut adalah santri Pondok Pesantren Darul Hadits,Bukit Tinggi,Sumbar。

Mereka berangkat ke马来西亚pada tanggal 3 Januari。 Tinggal di Kuala Lumpur selama 3 hari,salah satunya untuk pengobatan seorang anggota mereka,dan tinggal 1 malam di Perlis。

Pada 7 Januari mereka kemudian menuju Pattani untuk belajar mengenai sistem pendidikan di sebuah lembaga pendidikan agama Islam di Pattani。 Dua hari kemudian atau 9 Januari,mereka memasuki Singapura melalui Johor。

Rencananya mereka akan menginap sehari di Singapura。 Namun setibanya di Singapura,pihak imigrasi mengenakan status Not To Land(NTL)kepada mereka。 Alasan utamanya karena ditemukan gambar di ponsel mereka yang terkait dengan ISIS。

Di Malaysia,8 WNI tersebut sempat diinterogasi oleh E8 IPK Kepolisian Malaysia(Unit Anti Teror)。 Dari pendalaman tersebut kemudian diketahui jika mereka tidak memiliki kaitan dengan ISIS。 Sebaliknya,mereka adalah pengaut ahlussunah wal jamaah。

Karena itu mereka dibebaskan namun harus meninggalkan马来西亚saat itu juga。 Mereka selanjutnya dipulangkan melalui Batam dan diserahkan untuk penanganan serta pendalaman lebih lanjut kepada Polda Kepri。 -Rappler.com

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。