Bantu gendong lansia keluar kabin,pramugari Garuda diberi penghargaan

2019
05/21
05:14

金沙国际网址/ 国际/ Bantu gendong lansia keluar kabin,pramugari Garuda diberi penghargaan

2017年1月9日下午7点43分发布
2017年1月9日下午8:01更新

PENGHARGAAN。 Menteri Perhubungan,Budi Karya Sumadi(mengenakan baju蜡染berwarna橙色)memberikan piagam penghargaan kepada pramugari Garuda Indonesia,Vera di ruang kerjanya di Kemenhub pada Senin,9 Januari。 Foto diambil dari akun Twitter @IndonesiaGaruda

PENGHARGAAN。 Menteri Perhubungan,Budi Karya Sumadi(mengenakan baju蜡染berwarna橙色)memberikan piagam penghargaan kepada pramugari Garuda Indonesia,Vera di ruang kerjanya di Kemenhub pada Senin,9 Januari。 Foto diambil dari akun Twitter @IndonesiaGaruda

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan penghargaan kepada dua pramugari Garuda Indonesia,Vera dan Ninik Septinawati karena telah membantu seorang perempuan lansia keluar dari kabin pesawat。 Vera menggendong perempuan lansia dalam pesawat tujuan Kuala Lumpur-Jakarta pada Sabtu siang,7 Januari karena dia tidak mampu berjalan keluar。

Sedangkan,hampir semua penumpang telah keluar dari kabin。 Vera dan Ninik kemudian menghampiri si nenek yang duduk di kursi 41C。 Mereka terlibat pembicaraan ringan sambil menanti kursi roda dibawa oleh petugas darat(地面处理)。

Tetapi,kursi roda yang dinanti tidak kunjung datang。 Sementara,pesawat harus segera disiapkan untuk penerbangan selanjutnya。

Vera kemudian berinisiatif menawarkan diri untuk menggendong penumpang lanjut usia itu dari kursi belakang menuju ke depan。 Vera tidak sendiri,tetapi turut dibantu Ninik yang bertugas sebagai飞行服务经理(FSM)。

Peristiwa itu diabadikan oleh seorang网友dan病毒di媒体sosial。 Banyak网友yang mengaku salut dengan sikap tulus Vera yang bersedia membopong perempuan lansia itu。

“Saya spontan saja menawarkan diri untuk membantu dan menggendongnya karena saya pikir ini sudah menjadi bagian dari pelayanan kami selaku pramugari Garuda,”ujar Vera seperti dikutip dalam keterangan tertulis Kementerian Perhubungan,Senin,9 Januari。

Atas sikap cekatan dan kepedulian itu,Budi kemudian memberikan Vera dan Ninik piagam penghargaan。 Keduanya juga diundang secara khusus oleh Budi untuk menikmati santap siang di ruang kerjanya。

Dia mengaku merasa perlu memberikan penghargaan atas apa yang dilakukan kedua pramugari Garuda Indonesia tersebut。 Menurut mantan Direktur Angkasa Pura 2 itu apa yang ditunjukkan oleh Vera dan Ninik adalah bukti pelayanan yang profesional dan dapat dijadikan teladan oleh pramugari lainnya。

“Spontanitas untuk membantu penumpang yang membutuhkan pertolongan sangatlah perlu bagi pelayanan di industri jasa transportasi。 精神melayani dengan tulus telah memberi warna tersendiri,“kata Budi sambil berpesan kepada kedua pramugari itu untuk tetap melayani penumpang dengan tulus。

Penghargaan ini diberikan di tengah upaya memulihkan kepercayaan publik pasca insiden pilot diduga mabuk di Bandara Juanda,Surabaya pada tanggal 28 Desember lalu。 Pilot yang diketahui bernama Tekad Purna itu nyaris menerbangkan pesawat maskapai Citilink kendati kondisinya tidak fit。 (BACA: )

Dalam rekaman CCTV yang terpasang di Bandara Juanda,Tekad terlihat berjalan sempoyongan dan ngelantur saat memberikan informasi dari ruang kokpit kepada penumpang pesawat dengan nomor penerbangan QG800。 Dalam kasus ini,Budi mengambil tindakan tegas dengan pria berusia 32 tahun tersebut。 Artinya,dia tidak akan lagi bisa menerbangkan pesawat dari maskapai apa pun di Indonesia。

Bukan sesuatu yang spesial

Sementara,di mata pengamat penerbangan Alvin Lie apa yang dilakukan oleh kedua pramugari itu bukan sesuatu yang spesial。 Sebab,itu sudah sering kali terjadi。

“Yang dilakukan oleh pramugari tersebut adalah membantu penumpang yang membutuhkan kursi roda menuju pintu keluar pesawat dalam kondisi exit reguler dan bukan evakuasi darurat.Tapi,tak ada yang salah juga dengan inisiatif yang dilakukan oleh kedua pramugari,”kata Alvin melalui pesan pendek kepada rappler pada Senin,9 Januari。

Dia melanjutkan jika diperhatikan lebih jauh,kru kabin pesawat Garuda sudah mengenakan 身份证 Artinya,mereka baru saja menjalani penerbangan terakhir dan harus bersiap-siap untuk penerbangan selanjutnya。

“Inisiatif ini bisa juga didorong untuk mempercepat proses hand over (ke penerbangan selanjutnya),”tutur dia。

Selain penerbangan吉隆坡 - 雅加达yang terjadi pada Sabtu kemarin,peristiwa semacam itu kerap terjadi。 Apalagi jika lorong pesawat tidak muat untuk dilalui oleh kursi roda。

“Ini jadi spesial karena ada penumpang yang foto dan diunggah ke media sosial,”ujarnya。

Penyediaan kursi roda memang menjadi kewajiban maskapai yang bersangkutan。 Tetapi,biasanya diserahkan kepada petugas 地面处理杨mengurusi bagasi penumpang。

“Namun,kita tetap patut mengapresiasi inisiatif dan niat baik pramugari Garuda,”kata dia。 - Rappler.com

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。