Polisi kembali tangkap penjual kaos palu arit

2019
05/21
11:14

金沙国际网址/ 国际/ Polisi kembali tangkap penjual kaos palu arit

2017年1月6日下午3:19发布
2017年1月6日下午3:19更新

Petugas memperlihatkan barang bukti kaos palu arit di Bareskrim Polri,Jakarta,pada 30 Desember 2016. Foto oleh Rosa Panggabean / Antara

Petugas memperlihatkan barang bukti kaos palu arit di Bareskrim Polri,Jakarta,pada 30 Desember 2016. Foto oleh Rosa Panggabean / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Bareskrim Polri kembali menangkap seorang pria yang menjual kaos berlambang palu arit melalui media sosial。

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya mengatakan ada setidaknya 50 orang yang diketahui membeli kaos bergambar palu arit dari tersangka Hendra Saputra。

Hendra,warga Cililin,Bandung Barat,Jawa Barat,sebelumnya ditangkap pada 30 Desember 2016.Menurut Agung,satu kaos dijual seharga Rp115 ribu melalui media sosial。

“Para pembelinya ada di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa。Identitas pembelinya sudah diketahui,nanti mereka akan kami periksa,”kata Agung di Jakarta,pada Jumat,6 Januari。

Menurut Agung,kelima puluh para pembeli itu akan diperiksa penyidik untuk mengetahui motif mereka membeli kaos tersebut。 Ia mengatakan,Hendra dibantu oleh 6 orang karyawan dalam memproduksi kaos palu arit tersebut。

Hendra sudah memproduksi dan menjual kaos sejak tiga tahun lalu,tetapi baru enam bulan lalu menjual kaos bergambar palu arit。

Setelah ditangkap,Hendra dititipkan penahanannya di Rutan Polda Metro Jaya。

Hendra dijerat Pasal 107 a Undang-Undang No. 27 Tahun 1999 Tentang Perubahan KUHP。 Pasal tersebut mengatur kebijakan tentang kejahatan terhadap keamanan negara yakni tindak pidana dengan sengaja melawan hukum di muka umum dengan lisan,tulisan dari atau melalui media apa pun,menyatakan keinginan ajaran Komunisme / Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk perwujudan。

Ia juga dikenakan Pasal 28 ayat(2)juncto Pasal 45A ayat(2)Undang-Undang No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang menyebutkan dinilai dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individualu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku,agama,ras,dan antargolongan(SARA)。 -Antara / Rappler.com

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。