Siapa dalang di balik buku Jokowi卧底?

2019
05/21
04:11

金沙国际网址/ 国际/ Siapa dalang di balik buku Jokowi卧底?

2017年1月6日下午2:43发布
2017年1月6日下午2:43更新

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto menunjukkan buku'Jokowi Undercover'usai memberikan keterangan pers di Jakarta,Selasa(3/1)。 Foto oleh Rivan Awal Lingga / ANTARA

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto menunjukkan buku'Jokowi Undercover'usai memberikan keterangan pers di Jakarta,Selasa(3/1)。 Foto oleh Rivan Awal Lingga / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Siapa dalang di balik penulisan serta penerbitan buku berjudul“Jokowi Undercover”masih terus ditelusuri。 Polisi yakin setidaknya ada penyokong dana di balik buku ini。

“Dugaan adanya penyokong itu dimungkinkan.Penyokong itu pasti mengarah ke sumber tertentu,”kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen(Pol)Boy Rafli Amar kepada media di Istana Kepresidenan,Jumat 6 Januari 2017。

男孩menduga,selain penyokong dana,juga ada aktor intelektual di balik buku tersebut。 Sebab penulis buku,yakni Bambang Tri Mulyono,ternyata tidak memiliki kemampuan menulis。

Hal ini terungkap setelah polisi menangkapnya di Kecamatan Tunjungan,Blora,pada Jumat,2016年12月30日.Bambang ditangkap atas dugaan menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah。

Setelah diperiksa,polisi kemudian meragukan tingkat intelektualitas Bambang Tri yang dianggap tidak cukup tinggi untuk menulis buku。 Ini terlihat dari susunan kalimat pada buku tersebut yang amburadul。 “Ada keraguan terhadap kapasitas yang bersangkutan,”kata Boy。

Selain itu Bambang Tri juga ternyata tidak memiliki fakta dan data yang bisa digunakan penulis untuk menuding Presiden Jokowi dalam buku undercovernya。 Dalam bukunya,antara lain,Bambang menuduh Presiden Jokowi memalsukan data diri saat mengajukan diri sebagai calon presiden 2014 lalu

Saat ini,menurut Boy Rafli,buku tersebut sudah terjual sekitar 200 hingga 300 eksemplar。 男孩mengatakan pihaknya akan terus mengejar siapa aktor di balik penulisan dan penerbitan buku ini。

Bambang Tri sendiri akan dijerat dengan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis。

Ia juga diancam Pasal 28 ayat 2 UU ITE karena menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku,agama,ras,dan antargolongan(SARA)。 -Rappler.com

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。