Kementerian Perhubungan cabut izin飞行员Tekad Purna

2019
05/21
01:12

金沙国际网址/ 国际/ Kementerian Perhubungan cabut izin飞行员Tekad Purna

发布时间2017年1月5日上午8:54
2017年1月5日下午8:24更新

CABUT IZIN。 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi(mengenakan baju蜡染)secara resmi telah mencabut izin terbang pilot Tekad Purna pasca diduga mabuk sebelum menerbangkan pesawat Citilink QG800 rute Surabaya-Jakarta pada 28 Desember lalu。 Foto oleh Fakhri Hermansyah / ANTARA

CABUT IZIN。 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi(mengenakan baju蜡染)secara resmi telah mencabut izin terbang pilot Tekad Purna pasca diduga mabuk sebelum menerbangkan pesawat Citilink QG800 rute Surabaya-Jakarta pada 28 Desember lalu。 Foto oleh Fakhri Hermansyah / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Setelah menjadi polemik publik,Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengambil tindakan tegas dengan mencabut izin terbang mantan pilot Citilink,Tekad Purna。 Keputusan itu berlaku sejak Rabu,2017年1月4日。

Pencabutan lisensi pilot Tekad dilakukan Budi tanpa menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Narkotika Nasional(BNN)soal adanya dugaan penggunaan zat psikotropika sebelum dia menerbangkan pesawat rute Surabaya-Jakarta pada tanggal 28 Desember 2016。

“Izu pilot sudah dicabut per Rabu,4 Januari。 Ada dasar pertimbangan(dari keputusan itu),sehingga kami mencabut izin pilot Tekad,“ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan,Bambang Ervan yang dikonfirmasi Rappler pada Rabu malam,4 Januari。

Menurut Bambang,keputusan ini tidak hanya didasari atas desakan publik,tetapi juga bukti-bukti yang memperlihatkan jika Tekad telah melakukan kesalahan fatal pada hari itu。 Bukti yang dimaksud Bambang adalah rekaman CCTV yang terpasang di ruang pemeriksaan keamanan Bandara Juanda dan pengecekan kepada rekan kerjanya。

“Masyarakat juga sudah tahu ko apa saja bukti-buktinya,”kata dia。

Selanjutnya,Menteri Budi menyerahkan kasus Tekad ini untuk ditindak lanjuti oleh BNN yakni dengan dilakukan pemeriksaan。 Ke depan,BNN akan menentukan apakah perilaku Tekad terkait dengan perbuatan perdata atau pidana。

Deputi bidang pemberantasan BNN,Irjen Arman Depari yang hadir bersama Menhub Budi di kantor otorita Bandara Soekarno-Hatta mengatakan telah memeriksa eks pilot Citilink berusia 32 tahun itu。

“Selain melakukan pemeriksaan尿,darah dan rambut,kami juga telah melaksanakan 评估白bing tingah laku atau kesehatan secara psikis dan fisik。 Hasil pemeriksaan ini akan kami sampaikan kepada publik kurang lebih 3 hari ke depan,“kata Arman pada Rabu malam,4 Januari。

Tidak jalankan prosedur

Buntut dari kejadian pilot yang diduga mabuk tersebut,Kemenhub juga melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas pemeriksaan kesehatan maskapai penerbangan nasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,Cengkareng。 Hasilnya,ditemukan maskapai yang tak menjalankan prosedur sesuai ketentuan keselamatan penerbangan sipil(CASR)nomor 121.535 yang mengatur tanggung jawab bagi penanggung jawab operasional dan tertuang di poin a dan b。

Dalam teori,poin a menyebut setiap pemegang sertifikat yang melakukan operasi penerbangan bertanggung jawab terhadap pengendalian operarasional。 Sementara,di dalam poin b tertulis pilot dan petugas komunikasi penerbangan yang tengah bertugas secara bersama-sama bertanggung jawab terhadap rencana penerbangan,penundaan dan keberangkatan sesuai dengan spesifikasi operarasional。

“Kami menemukan adanya beberapa maskapai yang tidak memenuhi prosedur tersebut。 Oleh sebab itu,kami akan memberikan surat teguran,“kata Budi。

Salah satu temuan di lapangan oleh Budi yakni mengenai adanya pemeriksaan kondisi pilot dan kru kabin yang justru dilakukan secara internal oleh sesama awak kabin dan bukan oleh tenaga medis seperti yang telah ditentukan。 Bagi maskapai yang belum menjalankan standar operasi prosedur,Budi memberikan tenggat waktu untuk memperbaiki dalam 1 bulan ke depan。

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura(AP)2 itu juga menugaskan Dirjen Perhubungan Udara,Suprasetyo agar menggunakan CCTV sebagai alat untuk memantau kondisi awak kabin yang akan terbang。

“Dirjen Perhubungan Udara juga bisa menggunakan CCTV itu sebagai alat penangkal jika diketahui ada petugas atau awak kabin yang pada saat melewati x-ray(kondisinya)diketahui atau meragukan,”katanya lagi。

Kebijakan reaktif ini ditempuh pasca petugas keamanan Bandara Juanda justru membiarkan Tekad tetap melenggang ke kabin pesawat dengan nomor penerbangan QG800 itu。 Padahal,dalam rekaman CCTV杨beredar di publik,Tekad dalam keadaan tidak fit。 Dia berjalan sempoyongan dan tidak menyadari barang-barang di dalam tasnya berhamburan keluar。

Ketidakberesan kondisi Tekad akhirnya diketahui penumpang ketika memberikan informasi dari dalam kokpit,kapten pilot justru berbicara ngelantur。 Penumpang双关语karena khawatir飞行员dalam keadaan mabuk dan dapat membahayakan keselamatan penerbangan。 Mereka meminta agar Tekad diganti oleh pilot lainnya。

Tekad sendiri sudah dipecat oleh maskapai Citilink beberapa hari usai kasus ini menjadi perbincangan publik。 Dia dianggap telah mencemarkan nama baik perusahaan。 (BACA: )

Bambang Ervan mengatakan kejadian pencabutan izin pilot oleh Kemenhub bukan baru kali ini saja。 Tetapi,dia mengakui memang ini insiden pertama pencabutan lisensi pilot yang diungkap ke media。

Sementara,dalam kasus Tekad,pencabutan izin terbangnya diumumkan ke publik,lantaran kasusnya sudah dianggap meresahkan masyarakat。 - Rappler.com

BACA JUGA:

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。