Satu WNI ditahan di Malaysia,diduga akan lakukan teror ke缅甸

2019
05/21
07:17

金沙国际网址/ 国际/ Satu WNI ditahan di Malaysia,diduga akan lakukan teror ke缅甸

2017年1月4日晚上8:30发布
2017年1月4日下午8:31更新

雅加达,印度尼西亚 - Otoritas berwenang马来西亚telah menangkap seorang warga印度尼西亚杨diduga pengikut kelompok Negara伊斯兰教Irak dan Suriah(ISIS)pada bulan Desember 2016.Tersangka diduga akan berangkat ke缅甸untuk melakukan serangan teror di sana。

Informasi itu disampaikan oleh Kepala Polisi Malaysia divisi anti-teror,Ayob Khan Mydin Pitchay dalam sebuah wawancara。 Tersangka yang diketahui seorang pria dijadwalkan akan didakwa pada hari ini atas kepemilikan benda-benda yang terkait dengan kelompok teroris。 Jika terbukti bersalah,maka WNI itu terancam hukuman bui selama tujuh tahun atau denda。

Menurut Ayob,semakin banyak anggota kelompok militan mengikuti jejak WNI yang tidak disebut identitasnya itu,untuk berangkat ke缅甸karena isu penindasan terhadap kaum Rohingya。

“Dia berencana untuk melakukan jihad di Myanmar,berperang melawan Pemerintah缅甸atas kepentingan kelompok Rohingya di negara bagian Rakhine,”ujar Ayob seperti dikutip 。

WNI itu juga pernah terlibat dalam sebuah rencana untuk menyelundupkan senjata ke Poso,Sulawesi Tengah。 Ayob tidak mengatakan dengan kelompok mana tersangka berafiliasi。

Dia hanya mengatakan telah bekerja sebagai pekerja pabrik di Negeri Jiran sejak tahun 2014.Rencananya dia berupaya untuk membangun jejaring di Myanmar。

Ayob juga mengatakan tersangka pernah berkomunikasi dengan dua anggota kelompok militan asal Malaysia,Muhammad Wanndy dan Muhammad Jedi。 Dua warga马来西亚itu diyakini sudah hijrah ke Suriah dan menjadi dalang di balik serangan granat di sebuah bar pada bulan Juni 2016。

Ketua Satuan Tugas Perlindungan WNI di KBRI吉隆坡,Yusron B. Ambary yang dikonfirmasi oleh Rappler mengenai penangkapan WNI ini mengatakan masih terus mencari informasi ke polisi Malaysia。

“Kami juga baru mengetahui peristiwa ini dari media,”ujar Yusron yang dihubungi melalui pesan pendek。

Pengalihan isu

Para analis menilai konflik di negara bagian Rakhine justru berpotensi dapat mengalihkan fokus otoritas berwenang yang selama ini tengah memantau soal rencana kelompok militan itu yang berupaya membangun jaringan dari Filipina ke Indonesia dan Malaysia。 Sudah tentu jaringan itu memiliki kaitan dengan kelompok ISIS yang berbasis di kawasan Timur Tengah。

“Ada kemungkinan yang tinggi bahwa Muslim entah itu dari kelompok ISIS atau kelompok lainnya,akan menemukan jalan dan cara untuk bisa menuju ke缅甸serta membantu saudara-saudara mereka umat穆斯林罗兴亚,”kata Ayob。

Penderitaan yang dialami kelompok Rohingya membuat simpati dunia internasional,terutama dari negara-negara yang memiliki populasi umat Muslim yang besar。 Mereka juga sudah bolak-balik menyerukan kepada militer yang diduga sebagai pelaku tindak kekerasan kepada kelompok Rohingya。

Selama bertahun-tahun mereka dikucilkan di Myanmar dan tidak dianggap sebagai warga negara karena pemerintah setempat menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari孟加拉国。 Alhasil,mereka memilih kabur dari缅甸dengan menggunakan perahu reyot menuju ke beberapa negara di Asia Tenggara。

数据dari badan PBB di Negeri Jiran mencatat lebih dari 55 ribu warga Rohingya berada di sana。 Namun,LSM memperkirakan angkanya lebih besar dari itu。 Jumlahnya mencapai sekitar 200 ribu di Malaysia。 Banyak dari mereka yang bekerja di restoran dan proyek konstruksi bangunan。

Para anal memperingatkan jumlahnya migran Rohingya yang besar di Malaysia justru menjadi sasaran perekrutan anggota oleh kelompok militan。

“Jaringan antara Malaysia,Indonesia,Filipina dan warga Rohingya sudah terbentuk,”ujar Direktur Eksekutif Iman Research,Badrul Hisham Ismail。

Kelompok risetnya telah berhasil mengungkap kelompok militan juga terlibat dalam proses perekrutan warga Rohingya sebagai anggota。 Setelah berhasil direkrut,mereka dikirim ke Poso untuk berlatih militer。 - dengan laporan Santi Dewi / Rappler.com

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。