Bentrok eksekusi lahan Kampung Bugis di Bali sebabkan warga luka-luka

2019
05/21
15:12

金沙国际网址/ 国际/ Bentrok eksekusi lahan Kampung Bugis di Bali sebabkan warga luka-luka

2017年1月3日下午2点48分发布
2017年1月3日下午2:48更新

Warga Kampung Bugis di Denpasar,巴厘岛,berdemo menolak eksekusi lahan pada 3 Januari 2016. Foto oleh Iwan Setiadharma / Rappler

Warga Kampung Bugis di Denpasar,巴厘岛,berdemo menolak eksekusi lahan pada 3 Januari 2016. Foto oleh Iwan Setiadharma / Rappler

DENPASAR,印度尼西亚 - Tangis ratusan warga Kampung Bugis,Pulau Serangan,登巴萨,巴厘岛pecah saat panitera dari Pengadilan Negeri登巴萨akan mengeksekusi lahan mereka,pada Selasa,2017年1月3日。

Usai subuh,warga mulai menduduki jalanan。 Tampak juga perahu diletakkan di jalan untuk menghadang aparat kepolisian。

散文eksekusi berlangsung很多,warga bersama-sama pasang badan untuk mempertahankan rumah-rumah mereka。 Sejak pukul 07:00 WITA warga,termasuk anak-anak,sudah berkumpul melantunkan doa-doa yang diiringi tangis kesedihan。 Mereka didampingi Raja Pemecutan Anak Agung Ngurah Manik Parasara yang bergelar Ida Cokorda Pemecutan XI。

Warga Kampung Bugis di Serangan mengklaim sudah menempati tanahnya sejak ratusan tahun silam。 Lahan yang dihuni warga Kampung Bugis adalah lahan pemberian dari Kerajaan Badung yang kekuasaannya dipegang Puri Pemecutan。

Eksekusi lahan bermula ketika seorang warga Kampung Bugis,Maisarah,mengklaim lahan seluas 94 are sebagai miliknya dengan bukti sertifikat tanah tahun 1992。

Para Warga Kampung Bugis kemudian melakukan perlawanan lewat jalur hukum hingga ke Mahkamah Konstitusi(MA)。 Pada 27 Februari 2014,sempat ada upaya mengeksekusi lahan。 Tetapi,demi menghindari bentrokan warga dan aparat,maka eksekusi itu gagal。

Pada 28 Mei 2014 warga mengupayakan perlawanan lewat jalur hukum mengajukan Peninjauan Kembali(PK)。 PK itu atas dasar temuan bukti baru dari warga,bahwa ada kesalahan sasaran obyek tanah di dua lokasi yang berbeda。

Kuasa Hukum warga Kampung Bugis,Rizal Akbar Maya Poetra,mengatakan bahwa di dalam pemberitaan eksekusi ditulis Putusan Mahkamah Agung Kasasi No. 3081 / pdt / 201 tertanggal 22 Maret 2012.Maka,menurut dia,tidak ada putusan eksekusi No. 3081 tahun 2012。

“Yang ada tahun 2010”,卡塔里扎尔。

Ia menjelaskan dalam putusan Mahkamah Agung,batas sebelah timur adalah lahan milik Haji Mohammad Anwar dan lahan kehutanan。

“Sebelum dilaksanakan eksekusi,cek dulu lahan sebelah timur mana yang dimaksud,”ujarnya。

Menurut dia,jika pihak eksekusi salah batas,sesungguhnya eksekusi tidak layak dilakukan。 Karena,lanjutnya,yang menentukan batas-batas adalah Badan Pertanahan Nasional(BPN)。

“Badan Pertanahan Nasional tidak dilibatkan,bahwa eksekusi ini tidak jelas,”kata Rizal。

Kapolresta Denpasar Komisaris Besar Hadi Purnomo mengatakan,sebanyak 1.278 personel diturunkan untuk menjaga jalannya eksekusi hari ini。 Para personel berasal gabungan dari Polresta Denpasar,Polda Bali,dan TNI。 Menurut Hadi,jumlah personel sebanyak itu diperlukan agar eksekusi bisa segera diselesaikan。

“Kami tidak mau gagal seperti sebelumnya。Kami sudah lakukan tahapan mediasi,pihak termohon tidak mengakui pelaksanaan eksekusi,”katanya。

Hadi menjelaskan jumlah 1.278 personil disesuaikan dengan eskalasi menghadapi kemungkinan terjadi perlawanan。 Ia menambahkan,bahwa kali ini adalah eksekusi ketiga。

“Pertama dan kedua tahun 2014 gagal。Alasan masih Peninjauan Kembali karena ada kekurangan.Kami pastikan eksekusi ini sudah final,”ujarnya。

Aparat kepolisian mulai mengawal jalannya eksekusi mulai sekitar pukul 09:30 WITA。 Suasana semakin mengharukan ketika ratusan warga Kampung Bugis Serangan,menolak rumahnya dieksekusi。 Isak tangis anak-anak semakin keras sambil terus melantunkan doa。

Ketika alat berat ekskavator akan masuk,polisi berusaha menyingkirkan warga dari jalan。 Aparat kepolisian terus menekan。 Pukulan-pukulan pentungan dari aparat kepolisian terus dihujamkan,terlihat darah mengalir dari kepala beberapa warga yang terkena pukulan polisi。

Sontak kejadian itu membuat anak-anak yang berada dalam kerumunan itu berteriak ketakutan berhamburan lari。 Polisi juga menembakkan gas air mata,warga tak kuasa menahan pedih dan sesak,akhirnya menyingkir。

Tangan kanan Hery Purwanto(38 tahun)tampak bengkak usai menangkis pentungan kepolisian。 Naas,setelah enam kali menahan pukulan,tongkat itu mengenai sisi kiri kepalanya。

“Kena sekali di kepala langsung berdarah,”katanya。 Ia juga terlihat menahan rasa sakit di bagian belakang leher yang bengkak terkena tembakan gas air mata。

“Pedih dan panas sekali,bikin sesak saya langsung keluar,”kata Hery。

Warga lainnya juga mengalami luka di kepala。 Setelah dua kali pentungan polisi mendarat di kepala Zaenudin(35 tahun),langsung mengeluarkan darah。

“Saya terpaksa keluar sendiri dari kepungan itu,karena darah banyak yang keluar di kepala,”ujarnya。

Muhammad Nuh(51 tahun)mengatakan bahwa pengawalan kepolisian saat eksekusi dianggap berlebihan。 Karena,menurutnya,jumlah warga hanya berkisar 150 orang。

“Masa harus kaya begini?Mereka polisi ribuan,”katanya。

Suasana mulai agak tenang sekitar pukul 11​​:20 WIB ketika warga mulai menjauh dari aparat barisan kepolisian。 -Rappler.com

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。