轮椅小姐:Kontes kecantikan bagi perempuan difabel

2019
05/23
09:25

金沙国际网址/ 国际/ 轮椅小姐:Kontes kecantikan bagi perempuan difabel

2017年10月8日下午9点46分发布
更新时间:2017年10月8日下午9点46分

PEMENANG。 Miss Belarus Aleksandra Chichikova(tengah)terpilih sebagai Miss Wheelchair World yang digelar di Warsawa,Polandia pada Sabtu,7 Oktober。轮椅世界小姐bertujuan untuk meningkatkan kesadaran soal perempuan yang menghadapi tantangan dengan kursi roda。 Foto oleh Wojtek Radwanski /法新社

PEMENANG。 Miss Belarus Aleksandra Chichikova(tengah)terpilih sebagai Miss Wheelchair World yang digelar di Warsawa,Polandia pada Sabtu,7 Oktober。 轮椅世界小姐bertujuan untuk meningkatkan kesadaran soal perempuan yang menghadapi tantangan dengan kursi roda。 Foto oleh Wojtek Radwanski /法新社

印度尼西亚雅加达 - Dibalut gaun malam dan dandanan yang menawan,Maria Diaz terlihat seperti peserta kontes kecantikan pada umumnya。 Satu-satunya yang menjadi pembeda yakni ia menggunakan kursi roda。

Maria merupakan satu dari 24 perempuan yang berkumpul di Warsaw,Polandia dan berkompetisi untuk mendapatkan titel'Liss Wheelchair World'untuk kali pertama。 Ia menggunkan kursi roda sejak 10 tahun yang lalu,lantaran ditembak oleh orang asing。

Kendati terkesan sama seperti kontes kecantikan pada umumnya,namun bagi dia,semua peserta adalah pemenang。

“Tidak penting siapa yang memenangkan mahkotanya。 Kita semua adalah pemenang,“ujar perempuan yang berusia 28 tahun asal Chile itu。

Baginya,dengan mengikuti kontes kecantikan yang dikhususkan bagi kaum difabel merupakan pembuktian kepada dunia,bahwa mereka dapat melakukan apa pun yang mereka mau。

Dalam malah penganugerahan,dewan juri memilih kontestan asal Belarus,Aleksandra Chichikova s​​ebagai Miss Wheelchair。 Chichikova adalah mahasiswa fakultas psikologi dan pedagogi。

Para kontestan berlaga di Warsawa dengan membawakan baju nasional,gaun cocktail dan gaun malam。 Mereka juga menampilkan tarian。 Sementara,sebagian kontestan bergerak dengan menggunakan kursi roda dan mendorong sendiri atau dibantu oleh asisten。

Di ajang tersebut,para kontestan saling berbagi kisah mengenai pengalaman pribadi mereka,termasuk tantangan dalam hidup saat harus menggunakan kursi roda。 Sebagai contoh,kontestan asal Finlandia Kati van der Hoeven hanya mampu berkomunikasi dengan suaminya dengan menggerakan pupil di mata。 Sementara,kontestan asal Belanda Mirande Bakker menjadi lumpuh akibat malpraktik dokter。

Kisah lain dialami seorang kinesioterapi asal Polandia Beata Jalocha。 Ia harus menerima kenyataan menggunakan kursi roda sejak tahun 2013,karena orang yang melompat bunuh diri malah menimpa tubuhnya。

责任positif

Inisiatif penyelenggaraan acara itu mendapat respons yang cukup positif。

“Ini merupakan inisiatif pertama di dunia,”ujar Presiden Dewan Juri Katarzyna Wojtaszek-Ginalska。

Sejak awal tujuan dari diselenggarakannya acara itu untuk mengubah persepsi kaum perempuan di atas kursi roda。 Sehingga,mereka tidak akan dinilai semata-mata karena ketidakmampuan mereka secara fisik。

Ginalska,yang juga seorang difabel,merupakan Ketua Yayasan Only One yang pernah menyelenggarakan kontes kecantikan bagi kaum perempuan yang memiliki cacat secara fisik。

“Bukan penampilan yang menjadi poin paling penting dalam kontes ini。 Tentu penampilan turut dinilai,tetapi kamu lebih fokus kepada kepribadian masing-masing kontestan dan aktivitas mereka sehari-hari,“katanya menambahkan。

Tujuan lain yang ingin dicapai yaitu ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa memiliki cacat secara fisik adalah takdir yang harus mereka terima dan hadapi。 Namun,ia tetap ingin dipandang setara dengan orang-orang pada umumnya。

“Tentu,kami saat ini menggunakan kursi roda。 Tetapi,ini merupakan takdir yang dapat menimpa siapa pun dan kapan pun,“tutur dia。 - dengan laporan AFP / Rappler.com

免责声明:本文来自金沙国际网址新闻客户端自媒体,不代表金沙国际网址的观点和立场。